skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Sakit Di Belakang Telinga

Sakit Di Belakang Telinga

Benjolan yang tumbuh pada tubuh anda tidak semua bisa disebut kanker. Benjolan memiliki macam-macam jenis, ada benjolan halus kecil, benjolan besar atau benjolan yang bergerak saat disentuh. Jika salah satu tubuh anda terdapat sebuah benjolan jangan terlebih dahulu menvonis bahwa itu adalah sebuah kanker. Mungkin saja itu hanya otot yang melingkar karena kelelahan.

Anda tidak perlu khawatir berlebihan ketika menemukan benjolan pada belakang telinga. Benjolan pada belakang telinga merupakan kelenjar getah bening yang terinfeksi oleh virus-virus atau penyakit sehingga kelenjar getah bening akan membuat sebuah pertahanan produksi sel darah putih sehingga membentuk benjolan untuk melawan virus nakal yang menyerang tubuh anda.

Benjolan pada belakang telinga biasanya berukuran tidak lebih dari biji kacang polong. Tidak menimbulkan rasa sakit atau keluhan lain. Benjolan ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat. Akan tetapi anda tetap harus memeriksakan ke dokter jika 1-2 hari benjolan tersebut belum juga hilang.

 

Berikut ini beberapa penyebab munculnya benjolan di belakang telinga:

  1. Kista sebasea

Kista adalah kumpulan sel-sel mati yang dikumpulkan pada bagian-bagian tertentu. Kista sabasea ini merupakan jenis kista yang banyak ditemukan, dimana sel-sel kulit mati yang di sekresikan oleh kelenjar minyak kulit sehingga mengakibatkan kista sebasea. Kista ini dapat terjadi pada setiap bagian telinga baik cuping, dalam ataupun belakang telinga.

Untuk yang menemukan benjolan dengan gejala ini tidak perlu khawatir karena jenis benjolan ini bukan kanker asalkan tidak terinfeksi maka tidak berbahaya.

  1. Penyebab serius benjolan belakang telinga

Beberapa benjolan di telinga menunjukkan kondisi yang serius pada kesehatan Anda. Penyebab yang paling mengerikan adalah kanker. Misalnya benjolan yang disebabkan oleh kanker leher disertai dengan sakit tenggorokan, sulit menelan, dan suaraserak.

Terkadang kanker kelenjar ludah juga bisa mengakibatkan munculnya benjolan di belakang telinga. Ini disebut dengan kanker lehar metastatik skuamosa.

  1. Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi yang terletak tepat dibelakang telinga luar dan dan terdiri dari sel-sel berongga yang mengalirkan udara dari telinga tengah atau sering disebut infeksi tulang mastoid. Gejala yang terjadi adalah demam, nyeri disekitar dalam telinga serta keluar cairan kental dari telinga. Telinga terasa nyeri dan berdenyut.

Hal ini harus segera dilakukan pemeriksaan ke dokter secara khusus karena jika tidak maka akan mengakibatkan kurangnya pendengaran, meningitis bahkan kematian.

  1. Pembengkakan kelenjar nodes

Kelenjar getih bening merupakan kelenjar yang berisi getah bening yang berfungsi sebagai drainase tubuh. Di dalam tubuh kita terdapat banyak kelenjar getah bening diantaranya di selangkangan, di bawah ketiak, di bawah rahang serta belakang telinga.

Nah, pembengkakan kelenjar getah bening ini terjadi ketika kita mengalami cedera pada kepala gusi atau gigi. Dimana kelenjar getah bening mengalami infeksi, jumlah kelenjar getah bening meningkat kemudian menimbulkan pembengkakan pada belakang telinga.

Benjolan tersebut biasanya memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ada yang berukuran sebesar biji merica, kacang polong bahkan ada yang sebesar biji salak. Meskipun benjolan ini bukan sebuah kanker akan tetapi perlu pengobatan khusus karena apabila dibiarkan terus menerus maka akan berakibat fatal pada tubuh anda.

Benjolan pada belakang telinga tidak hanya terjadi pada orang dewasa akan tetapi juga terjadi pada anak balita bahkan bayi pun juga bisa mengalami benjolan dibelakang telinga. Akan tetapi pada bayi lebih sulit untuk mendeteksi benjolan berbahaya atau tidak, karena bayi tidak bisa berbicara apakah sakit atau tidak. Serta tidak mengetahui apakah kepala si bayi mengalami pusing atau tidak.