skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Sakit Telinga Pada Anak

Sakit Telinga Pada Anak

Rasa sakit di telinga dapat disebabkan oleh infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media) karena penyakit infeksi lainnya seperti campak, gondongan atau sakit gigi. Gejala pada sakit telinga pada anak adalah demam, telinganya sangat sakit, seluruh tubuh tidak enak, muntah. Jika gendang telinganya pecah, maka di bantal ataupun di telinganya akan ada nanah berwarna kuning atau hijau ataupun darah.

Sakit telinga yang sering menyerang anak. Jenis yang terkenal adalah otitis media yakni infeksi atau peradangan pada telinga bagian tengah. Penyebab otitis media adalah virus dan bakteri. Bisa juga akibat alergi, maupun terjadinua pembesaran adenoid (jaringan limfoid ada rongga tekak bagian atas). Diantara bakteri penyebab otitis media adalah streprococcus pneumoniae, haemophilus influenzae dan moraxella cattarahalis.

Waspadailah jika anak Anda mengalami flu yang semakin memburuk. Flu merupakan suatu keadaan yang sering menyerang balita. Penyakit flu biasanya akan hilang sendiri. Namun jika dilihat penyakit flu malah semakin memburuk yang disertai dengan demam, maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter, yang diitakutkan adalah terjadinya infeksi sakit telinga pada anak.

Anak mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami gangguan sakit telinga, hal ini disebabkan karena struktur dari telinga mereka yang belum sempurna. Dan biasanya untuk anak yang sedang mengalami flu atau pilek akan menolak dan susah untuk disuruh mengeluarkan ingusnya.

Struktur balita dengan orang dewasa berbeda, sehingga jika ingus tidak dibuang akan terperangkap di dalam telinga bagian tengah khusunya di tuba eustachius. Tuba eustachius memiliki struktur yang pendek serta lebar yang membuat kuman serta lendir bisa dengan mudah masuk ke dalam telinga lewat kerongkongan.

Dan jika hal ini terjadi, maka anak Anda akan mengalami suatu infeksi pada telinga hal ini lah yang menimbulkan suatu gejala pada infeksi teinga yang muncul akan mengeluarkan cairan yang warnanya bening atau kuning. Cairan ini dikenal dengan istulah ingus dan juga bakteri serta kuman yang terperangkap tadi.

Namun, keluarnya cairan ini bukan menjadi suatu patokan dari gejala khas penyakit infeksi telinga. Biasanya untuk kasus yang lebih ringan, maka telinga tidak akan mengeluarkan cairan, namun biasanya anak Anda akan mengalami demam dan menjadi sangat rewel. Terutama terjadi di malam hari.

Jika anak Anda masih minum ASI, maka ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati sakit telinga pada anak:

– Berikan ASI. Memberikan ASI bisa membantu mengurangi resiko dari terjadinya infeksi pada telinga

– Mengendalikan alergen atau penyebab alergi. Alergen dari makanan, terutama untuk olahan yang terbuat dari bahan susu yang merupakan salah satu penyebab dari munculnya infeksi sakit telinga.

– Meminimalisir kontak dengan anak yang sakit untuk mencegah penularan

– Memberi makan mereka dengan posisi tegak lurus apalagi disaat bayi sedang menyusu. Keadaan ini bisa membantu mengurangi cairan terperangkan di dalam telinga tengah

– Merawat anak yang terserang flu dengan baik.

– Menjaga saluran hidung agar tetap dalam keadaan bersih. Membantu membuang ingus agar tidak terperangkap di dalam telinga tengah.

Terapi sakit telinga. Jika si buah hati sakit telinga tetapi kelihatan sehat, berikan parasetamol selama 12-24 jam. Jangan memberikan minyak atau obat tetes telinga. Jika kelihatannya ia menderita infeksi, pergilah ke dokter. Dokter anak akan memberikan antibiotik atau parasetamol beserta obat tetes hidung untuk menghilangkan penyumbatan.